Rubrik Kirana

Berharap Penerus Yang Bisa Membawa Pramuka Cicalengka Lebih Baik Lagi

Posted by kiranabuletinpramuka on November 23, 2013 at 12:05 AM Comments comments (0)

Sahabat Kirana mari kita berkenalan lebih jauh lagi dengan Ketua Kwartir Ranting Cicalengka. Yaa Bapak Asep Tatang, S.Pd atau yang lebih akrab di sapa “APA..” siapa yang tidak tau dengan beliau, beliau telah menjabat Ketua Kwarran Cicalengka selama 2 Periode ( 2008 – 2011 dan 2011 – 2014 ), itu membuktikan bahwa kepemimpinan Bapak Asep Tatang, S.Pd dalam mengelola Kwarran memang sangat dipercayai oleh seluruh anggota Pramuka Cicalengka.

Kini masa jabatan APA tinggal 1 tahun lagi yang berarti beliau tidak bisa mencalonkan kembali menjadi ketua Kwarran, di sisa masa jabatannya ini beliau berharap nanti pada saatnya akan ada penerus sebagai Ketua Kwarran Cicalengka yang bisa membawa Pramuka Cicalengka lebih baik lagi. APA juga berpesan kepada seluruh Mabigus di Kwarran Cicalengka untuk mulai membina dan mengembangkan Pramuka dimulai dari gugus depan masing-masing dan untnuk melakukan kegiatan yang benar-benaar mendukung untuk perkembangan adik-adik Pramuka kita di tiap gugus depan.

Perlu di ketahui juga APA adalah Pembina sekaligus Penasehat dari Redaksi Kesayangan Pramuka Cicalengka Kirana, APA berharap agar Buletin Kirana ini secepatnya menjadi media resmi anggota Pramuka Cicalengka untuk berbagi Ilmu, berbagi cerita, dan berbagi pengalaman tentang kegiatan pramuka kepada seluruh anggota Pramuka Cicalengka. [Red.]

 

H. Mutahar, mengabdi dengan nada.

Posted by kiranabuletinpramuka on October 29, 2013 at 3:20 PM Comments comments (1)

Kami Pramuka Indonesia

manusia pancasila

satya ku kudarmakan

darma ku kubaktikan

agar jaya indonesia

indonesia

tanah airku

kami jadi pandumu

Pasti sudah hafal kan dengan lirik lagu diatas? Seorang anggota Gerakan Pramuka memang seharusnya tau dan hafal dengan lirik tersebut, bagaimana tidak, lirik diatas adalah lirik dari Hymne Pramuka yang sering kita nyanyikan.

Tidak lain dan tidak bukan, Husein Mutahar atau yang lebih dikenal dengan sebutan H. Mutahar, lahir di Semarang 5 Agustus 1916 dan wafat di Jakarta 9 Juni 2004 pada usianya yang ke-87 tahun, seorang tokoh Pandu dan Pramuka Indonesia, komposer musik Indonesia terutama lagu kebangsaan dan lagu anak-anak. Kak mutahar juga Ikut mendirikan dan bergerak sebagai pemimpin Pandu serta kemudian menjadi anggota Kwartir Besar Organisasi Persatuan dan Kesatuan Kepanduan Nasional Indonesia "Pandu Rakyat Indonesia", 28-12-1945 s.d. 20-5-1961. Tidak sampai disitu Kak Mutahar juga Ikut mendirikan dan aktif sebagai Pembina Pramuka, berperan serta sebagai anggota Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Andalan Nasional Urusan Latihan pada tahun 1961-1969, Sekretaris Jenderal Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, 1973 -1978, dan anggota biasa, 1978-2004. Memang Pramuka tak mengenal kata ‘Pensiun’ dalam mengabdi dan berkarya itu tersemat dalam hidup Kak Mutahar, bahkan karya terakhirnya Digahayu Indonesiaku menjadi lagu resmi HUT-RI ke-50.

Hymne Pramuka ini merupakan salah Master piece Kak Mutahar. Dalam liriknya tersemat banyak makna dan pesan-pesan bagi kita sebagai anggota Pramuka, ‘Manusia Pancasila’ salah satu pesan yang ingin Kak Mutahar sampaikan kepada kita sebagai anggota Pramuka untuk tetap mengamalkan dan memaknai pancasila, terpecahnya bangsa karena berbagai perbedaan adalah salah satu tanda-tanda makna ‘Manusia Pancasila’ tersebut mulai memudar. Jadi, mari kita nyanyika Hymne Pramuka dengan penuh hikmat, memaknai setiap liriknya dengan hati dan mengamalkannya. Berbagai sumber.

 

Bapak Pramuka Indonesia

Posted by kiranabuletinpramuka on October 23, 2013 at 8:40 AM Comments comments (0)

Siapa yang tau siapakah Bapak Pramuka Indonesia???


 


Dialah Sri Sultan Hamengkubuwono ke-IX, banyaknya organisasi-organisasikepanduan yang berkembang di Indonesia pada sebelum Proklamasi dan sesudahProklamasi, akhirnya dapat disatukan setelah terbitnya kepresRI No. 238/1961yang melebur seluruh organisasi kepanduan dalam satu wadah yaitu “GerakanPramuka” yang diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961 dengan penyerahanpanji-panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan HamengkubuwonoXI, dan akhirnya hari itu diperingati sebagai Hari Pramuka.


                Asal terbentuknyaGerakan Pramuka memang terdiri dari berbagai Organisasi Kepanduan dengan latarbelakang yang berbeda-beda yang tersebar diseluruh tanah air, dalamperjalanannya menjadi Gerakan Pramuka tidak terlepas dari peran penuh SriSultan “Bangsawan yang Demokratis” ini hingga pada  akhirnya ia dipercaya mengiringi perjalananGerakan Pramuka selama 4 periode sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramukapada masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.


                Keuletan,  gagasan dan konsep-konsep cemerlang SriSultan tidak hanya tertuang dan menjadi dasar dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di Indonesia, juga  mendapat sambutan luar biasa bagi OrganisasiKepanduan Internasional. salah satunya adalah pidatonya pada KongresKepramukaan Sedunia tahun 1971yang mengajak organisasi kepramukaan turutterlibat dalam pembangunan masyarakat. akhirnya konsep yang dipaparkan daripidato tersebut menjadi arah baru pembinaan kepanduan internasional.


                Berkat jasa-jasanyayang luar bisa bagi Organisasi Kepanduan maka pada tahun 1974 Sri Sultandianugrahi Bronze Wolf Award Pengharagaan tertinggi dari World Organization ofthe Scout Movement (WOSM). Beliau adalah orang Indonesia pertama yang mendapatpenghargaan tersebut setelah sebelumnya pada tahun 1973 Sri Sultan jugamenerima penghargaan Silver World Award dari Boys Scout of America.


                akhirnya padaMusyawarah Nasional tahun 1988 di Dili Timor-timor, melalui SK No.10/MUNAS/88 ditetapkanlah Sri SultanHamengkubowono IX sebagai “Bapak Pramuka Indonesia” juga dianugrahkannyaLencana Tunas Kencana kepada Sri Sultan sebagai penghargaan tertinggi dariGerakan Pramuka Indonesia. -digan